Ketika itu ada acara Workshop Kepenulisan yang pembicara dan yang mengadakan adalah mereka dari Gradienmediatama.
Pembicaranya ada mas Genta Kiswara, Syahid Muhammad, dan 2 orang lainnya yang saya sudah agak lupa namanya. Juga ada musisi mas (?).
Yang paling menarik dari acara tersebut adalah saat dimana kita semua mengikuti cara-cara yang diberikan oleh mas Syahid Muhammad untuk bisa menuliskan apa saja yang ada di sekitar kita atau apa yang kita rasakan, yang kita pernah alami, atau dari berbagai sumber lainnya.
Kita diminta untuk saling berpartner dengan orang yang belum dikenali ketika mengikuti sesi workshop. Dengan partner yang belum benar-benar dikenali tersebut kita saling bercerita dan saling memberikan masukan yang membangun atas apa yang sudah kita ceritakan. Umumnya adalah keinginan atau kendala. Dengan tidak saling kenal ini, menurutku kita bisa saling bercerita dengan lebih terbuka, karena tidak ada (kecilnya) perasaan-perasaan lain yang bisa saja menjangkiti ketika dengan seorang yang sudah dikenali.
Dalam bercerita jadi lebih bisa mengalir dan lebih banyak kejujuran bisa disampaikan. Hal tersebut selain menjadikan kita semua bisa membuat suatu karya berupa tulisan juga berimbas baik terhadap jiwa (saya rasa) yang memang membutuhkan saling memberikan dukungan dan tempat untuk bercerita. Bercerita dengan cara yang sehat.
Hmm.. demikian dulu tulisan saya, jika ada masukan mohon kiranya bisa disampaikan. Semoga bermanfaat ya.
Sabtu, 15 Desember 2018
Jumat, 23 November 2018
Tentang Lemah
Suatu ketika saya mendengar orang lain ketika diminta untuk mencalonkan diri untuk menjadi seorang ketua di organisasi kami, dia bilang "jangan, saya masih lemah".
Suatu ketika pula, ketika saya mencalonkan diri menjadi ketua, saya pun tak jauh beda pikirannya dengan apa yang dikatakan oleh dia yang bilang tadi. Bahkan ketika pada akhirnya saya terpilih untuk menjadi ketua pun, saya merasa begitu lemah.
Lemah masih bisa memiliki banyak definisi tentu saja, namun ketika saya akhirnya diputuskan untuk menjadi ketua, ketika itu saya benar-benar berpikir semacam.. "apakah saya akan bisa?".
Setiap diri kita memang lemah saya rasa, hingga kita bahkan tak akan mampu hidup sendirian yang benar-benar seorang diri.
Bersyukur masih diberi kesadaran akan kelemahan diri. Ada DIA, Yang Maha Kuat dan Menguatkan, ketika kita membutuhkan-Nya.
Ada pula rekan-rekan yang bisa saling menguatkan, memberikan semangat dengan kata-kata mereka. Memberikan sedikit perhatiannya kepada kita.
:)
Suatu ketika pula, ketika saya mencalonkan diri menjadi ketua, saya pun tak jauh beda pikirannya dengan apa yang dikatakan oleh dia yang bilang tadi. Bahkan ketika pada akhirnya saya terpilih untuk menjadi ketua pun, saya merasa begitu lemah.
Lemah masih bisa memiliki banyak definisi tentu saja, namun ketika saya akhirnya diputuskan untuk menjadi ketua, ketika itu saya benar-benar berpikir semacam.. "apakah saya akan bisa?".
Setiap diri kita memang lemah saya rasa, hingga kita bahkan tak akan mampu hidup sendirian yang benar-benar seorang diri.
Bersyukur masih diberi kesadaran akan kelemahan diri. Ada DIA, Yang Maha Kuat dan Menguatkan, ketika kita membutuhkan-Nya.
Ada pula rekan-rekan yang bisa saling menguatkan, memberikan semangat dengan kata-kata mereka. Memberikan sedikit perhatiannya kepada kita.
:)
Langganan:
Postingan (Atom)