Sabtu, 28 November 2015

///Tulisan tentang Matematika

Ya, matematika, teman-teman tidak salah membacanya. Disini aku tidak akan membahas suatu soal matematika atau teori-teori matematika.
Aku hanya ingin menuliskan bagaimana persepsiku terhadap apa itu matematika.

Matematika, aku sendiri jujur saja tidak (belum) pandai untuk bidang yang satu ini (begitu juga dengan bidang-bidang lainnya tentu saja).
Karena saat ini aku juga masih berhadapan dengannya, maka aku sendiri berusaha untuk menyukainya. Bagaimana saya berusaha?, tentu saja dengan menemukan apa yang menarik dari matematika.

Matematika itu pasti banyak hitung-hitungannya. Ya memang begitu adanya (beda dengan bahasa indonesia atau bahasa jawa). Tapi justru itulah kelebihan dari matematika.
Saya mulai tahu apa peran matematika bagi kehidupanku kita. Matematika itu seperti kita mengasah otak dengan memberikan perintah-perintah berpikir kepada otak kita melalui rangkaian hitung-hitungan yang yang harus kita lakukan saat mengerjakan matematika atau saat belajar matematika.
Otak kita semakin terasah kalau intensitas berpikir kita semakin kita tingkatkan, saya sendiri masih ingat dengan Guru matematika saya saat SMK dulu, beliau mengatakan bahwa sebenarnya kita ini cerdas namun karena otak kita jarang diasah, makanya sulit untuk memaksimalkan kecerdasan otak kita. Dengan matematika, otak kita bisa semakin tajam. Kita bisa lebih mudah mengingat sesuatu yang tersimpan dibagian otak kita entah dimana yang paling dalam, yang tentu saja kalau otak jarang diasah lama-lama memori tersebut semakin mengendap hingga sulit kita ingat lagi.

Ah itu saja yang bisa saya bagi (semoga saja bermanfaat). Pokoknya mari nikmati belajar matematika, dan akupun juga berusaha untuk menikmatinya. Sekian dulu tulisan saya, terimakasih.

Minggu, 15 November 2015

Meninggal diusia muda

Ini hanya menurutku saja ya teman-teman, mohon bisa dikoreksi jika ada kesalahan sehingga dari tulisan ini diharapkan tidak mengakibatkan efek negatif.

Setiap dari kita tentunya akan meninggal nanti. Kita tidak tahu kapan kita akan meninggal. Apakah kita akan meninggal besok ataukah kita akan meninggal diusia muda atau diusia yang sudah renta.

Tentunya kita berharap ada yang kita tinggalkan dan ada yang kita bawa saat meninggal. Kedua hal tadi yang paling utama adalah amal kita. Kita bisa meninggalkan amal jariyah dan kita bisa membawa amal dari apa yang sudah kita perbuat selama masih hidup di dunia.

Saat kita meninggal, sudah menjadi kewajiban tetangga, saudara, kerabat kita untuk melakukan takziah.

Saat kita meninggal diusia muda, tentu kita masih punya banyak teman yang kenal baik dengan kita, saat kita tua tentu saja teman-teman kita kebanyakan juga sudah lebih dulu meninggal daripada kita. Maka ada yang membedakan kedua waktu meninggal tadi dalam jumlah pentakziah dan tentu saja yang lebih muda tidak banyak melakukan banyak dosa ketimbang yang sudah tua. Namun juga tetap kembali ke seperti apa amal kita selama kita menjalani kehidupan di dunia baik sampai usia kita tua maupun hanya sampai usia muda. Itu yang menjadi kuncinya.

Demikian tulisan ini, semoga bisa memberikan manfaat.

Terimakasih. :)