Apa itu Fiber Optic? tanya pemateri di awal pemberian materi workshop di STTA pada hari rabu kemarin.
Tak ada yang mau memberikan jawabannya meski sudah beberapa kali Bapak pemateri menawarkan kesempatan mencoba menjawab.
Saya beranikan diri untuk menjawab, karena sudah ada dorongan juga dari teman satu kelompok. Akhirnya saya yang menjawab pertanyaan pertama tersebut.
---
Saya sebenarnya sudah tidak terlalu asing dengan yang namanya FO ini. Dulu rekan saya bekerja di ISP Jogja biasa mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan kabel jenis ini. Sempat ikut nimbrung malam-malam ketika dia lembur mengerjakan tugas kantor di dekat salah satu pusat perbelanjaan gadget/elektronik di Jogja. Sempat juga membantu mengukur jalan menggunakan stik ber-roda yang bisa menghitung panjang perjalanan yang sudah ditempuh, untuk kebutuhan planning jalur FO tentu saja.
Pengalaman-pengalaman itu cukup berharga bagi saya.
---
Ketika kemarin melihat informasi adanya acara workshop tentang FO, tentu saja saya sangat tertarik untuk mengikutinya. Bahkan saya sempat menjadikannya status WA saya, berharap ada teman saya yang juga tertarik dan nanti bisa menemani saya.
---
Kembali lagi ke cerita awal tulisan ini. Saya ingin sedikit berbagi apa saja yang telah saya dapat dari mengikuti acara tersebut. Banyak dan cukup sesuai ekspektasi menurut saya. Dari dapat beberapa materi dasar tentang FO, berkesempatan menanyakan beberapa hal ke pemateri yang juga seorang praktisi, bertemu orang-orang baru sesama peserta di sana dan bisa belajar bersama, mendapatkan pengenalan beberapa peralatan yang digunakan dalam pengerjaan FO, mendapatkan cerita pengalaman dari Pak pemateri, merasakan langsung bagaimana menyerut kabel FO (meski yang dipakai pigtail, kalau saya tidak salah), memotong hasil serutan menggunakan alat tertentu, melakukan splicing menggunakan alat yang sangat mahal, melakukan pengetesan hasil kabel yang sudah disambung, dll.
Ketika melakukan splicing (penyambungan) itu, saya sudah gagal sebanyak 2 kali, baru yang ketiga kalinya akhirnya berhasil tersambung dengan cukup baik saya rasa.
Hmm..
Mungkin sekian dulu yang bisa saya share pada tulisan saya kali ini, terimakasih sudah membaca ya. :)
Kamis, 11 April 2019
Minggu, 31 Maret 2019
Beberapa Buku Keren di Gramedia JCM
"Buku keren yang saya tertarik ketika berkunjung ke Gramedia Jogja City Mall".
Setelah saya menyimak sebuah acara Talkshow, saya berkeliling melihat-lihat buku di sana, banyak buku yang sebelumnya belum saya lihat di toko buku yang lain. Walaupun sebenarnya saya tak sesering itu berkunjung ke toko buku.
Merupakan suatu kesenangan bagi saya ketika melihat-lihat buku atau berkunjung ke toko buku. Apalagi tempatnya tertata rapi, bersih dan nyaman seperti di Gramedia.
Di sana saya melihat buku terbitan Gema Insani, karangan Buya Hamka, salah satu tokoh favorit saya. Buku dengan judul Kenang-kenangan Hidup tersebut harganya cukup mahal berhubung bukunya cukup tebal dan bersampul keras (hardcover) juga. Saya tertarik..
Ada juga buku terjemahan karya Imam At Tirmidzi, tentang Nabi Muhammad SAW. Juga ada buku yang sempat saya lihat bahwa buku ini direkomendasikan, yaitu buku karya Agustinus Wibowo Garis Batas dan juga Titik Nol.
Juga tentu ada buku-buku yang saya sudah tertarik sebelumnya yaitu buku berjudul 'Jawaban' terbitan TransMedia, 'Kala' terbitan Gradien Mediatama karya debut Iid Muhammad dan hujan_mimpi dan juga buku berjudul Astra, yang sepertinya menarik juga.
Ada juga buku tentang sejarah, sejarah dunia islam tapi saya lupa judulnya. Saya tidak bisa mengambil foto-foto buku yang menurut saya menarik ini karena kebetulan handphone saya mati ketika itu.
Ada buku bagus juga di rak komputer, tentang Algoritma. Masih ada buku-buku lain yang mungkin saya lupa jadi tak bisa saya tuliskan di catatan ini. Selain buku yang sebelumnya saya penasaran tapi sepertinya saya belum terlalu tertarik untuk memilikinya atau membacanya.
Tadinya saya hanya ingin berkeliling di sana, tetapi tetap saja saya tergoda untuk membawa setidaknya satu buku saja. Akhirnya saya membeli buku dengan judul Intisari Sirah Nabawiyah, sebuah buku terjemahan karya Ibnu Hazm al-Andalusi.
Semoga saja saya bisa menyelesaikan membaca buku-buku saya. Terimakasih sudah membaca.
Setelah saya menyimak sebuah acara Talkshow, saya berkeliling melihat-lihat buku di sana, banyak buku yang sebelumnya belum saya lihat di toko buku yang lain. Walaupun sebenarnya saya tak sesering itu berkunjung ke toko buku.
Merupakan suatu kesenangan bagi saya ketika melihat-lihat buku atau berkunjung ke toko buku. Apalagi tempatnya tertata rapi, bersih dan nyaman seperti di Gramedia.
Di sana saya melihat buku terbitan Gema Insani, karangan Buya Hamka, salah satu tokoh favorit saya. Buku dengan judul Kenang-kenangan Hidup tersebut harganya cukup mahal berhubung bukunya cukup tebal dan bersampul keras (hardcover) juga. Saya tertarik..
Ada juga buku terjemahan karya Imam At Tirmidzi, tentang Nabi Muhammad SAW. Juga ada buku yang sempat saya lihat bahwa buku ini direkomendasikan, yaitu buku karya Agustinus Wibowo Garis Batas dan juga Titik Nol.
Juga tentu ada buku-buku yang saya sudah tertarik sebelumnya yaitu buku berjudul 'Jawaban' terbitan TransMedia, 'Kala' terbitan Gradien Mediatama karya debut Iid Muhammad dan hujan_mimpi dan juga buku berjudul Astra, yang sepertinya menarik juga.
Ada juga buku tentang sejarah, sejarah dunia islam tapi saya lupa judulnya. Saya tidak bisa mengambil foto-foto buku yang menurut saya menarik ini karena kebetulan handphone saya mati ketika itu.
Ada buku bagus juga di rak komputer, tentang Algoritma. Masih ada buku-buku lain yang mungkin saya lupa jadi tak bisa saya tuliskan di catatan ini. Selain buku yang sebelumnya saya penasaran tapi sepertinya saya belum terlalu tertarik untuk memilikinya atau membacanya.
Tadinya saya hanya ingin berkeliling di sana, tetapi tetap saja saya tergoda untuk membawa setidaknya satu buku saja. Akhirnya saya membeli buku dengan judul Intisari Sirah Nabawiyah, sebuah buku terjemahan karya Ibnu Hazm al-Andalusi.
Semoga saja saya bisa menyelesaikan membaca buku-buku saya. Terimakasih sudah membaca.
Menghadiri Talkshow Buku/Penulis di Gramedia JCM
Tadi saya mendatangi acara talkshow buku mas Alvi Syahrin. Penulis muda yang saya kira seorang wanita. Saya hanya mengiranya dari namanya, karena memang masih sangat belum tahu perihal siapa beliau sebenarnya. Ditambah lagi saya belum membaca buku beliau yang akan menjadi objek pembahasan pada acara ini.
Yang saya tahu kemudian dari talkshow buku beliau yang berjudul 'Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta' adalah ternyata yang dijadikan sasaran pembaca adalah wanita. Pantas saja ketika saya baru datang semua yang duduk adalah wanita. Hanya ada pegawai saja yang lelaki, beberapa mengintip berdiri di belakang. Jadi hanya saya sepertinya yang terang-terangan sebagai peserta yang menyimak di sana, selain ada 1 orang lagi laki-laki yang menyusul kemudian.
Dalam talkshow tersebut lebih banyak dilakukan tanya-jawab nya. Jadi beliau sang penulis didampingi oleh editornya (sepertinya), namanya mbak Rara kalau tidak salah. Mereka di depan saling memberikan jawaban dan tanggapan dari pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta. Saya menyimak saja di belakang, berdiri.
Dari talkshow tersebut saya juga jadi banyak belajar bagaimana tentang dunia penulisan. Beliau berbagi bagaimana proses menulis yang baik, beliau juga bercerita tentang bagaimana penulis-penulis hebat lain yang bisa dijadikan inspirasi dalam membuat suatu karya tulis.
Yang tak kalah menarik adalah adanya pertanyaan/tanggapan yang bersifat penilaian dan kritik terhadap buku tersebut dari peserta laki-laki yang saya maksud sebelumnya. Mas Alvi menjawabnya dengan jujur dan tidak mau berdebat dengan yang memberikan pendapat tadi, karena menurut beliau apa yang disampaikan oleh si penanya adalah dari cara pandang yang berbeda dari cara pandang atau kaca mata yang beliau pakai sebagai landasan dalam membuat karyanya tersebut. Beliau menghindari berdebatan yang tak ada ujungnya.
Pesan beliau adalah, temukan alasan yang tepat dalam menulis.
Sekian, terimakasih sudah berkenan membaca cerita saya.
Yang saya tahu kemudian dari talkshow buku beliau yang berjudul 'Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta' adalah ternyata yang dijadikan sasaran pembaca adalah wanita. Pantas saja ketika saya baru datang semua yang duduk adalah wanita. Hanya ada pegawai saja yang lelaki, beberapa mengintip berdiri di belakang. Jadi hanya saya sepertinya yang terang-terangan sebagai peserta yang menyimak di sana, selain ada 1 orang lagi laki-laki yang menyusul kemudian.
Dalam talkshow tersebut lebih banyak dilakukan tanya-jawab nya. Jadi beliau sang penulis didampingi oleh editornya (sepertinya), namanya mbak Rara kalau tidak salah. Mereka di depan saling memberikan jawaban dan tanggapan dari pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta. Saya menyimak saja di belakang, berdiri.
Dari talkshow tersebut saya juga jadi banyak belajar bagaimana tentang dunia penulisan. Beliau berbagi bagaimana proses menulis yang baik, beliau juga bercerita tentang bagaimana penulis-penulis hebat lain yang bisa dijadikan inspirasi dalam membuat suatu karya tulis.
Yang tak kalah menarik adalah adanya pertanyaan/tanggapan yang bersifat penilaian dan kritik terhadap buku tersebut dari peserta laki-laki yang saya maksud sebelumnya. Mas Alvi menjawabnya dengan jujur dan tidak mau berdebat dengan yang memberikan pendapat tadi, karena menurut beliau apa yang disampaikan oleh si penanya adalah dari cara pandang yang berbeda dari cara pandang atau kaca mata yang beliau pakai sebagai landasan dalam membuat karyanya tersebut. Beliau menghindari berdebatan yang tak ada ujungnya.
Pesan beliau adalah, temukan alasan yang tepat dalam menulis.
Sekian, terimakasih sudah berkenan membaca cerita saya.
Kamis, 14 Februari 2019
Tentang Kuliah (lagi?)
Saya ingin kuliah, kataku pada waktu itu.
Ibu Guru saya ketika SMK memberikan pencerahan bahwa kita bisa kuliah setelah sebelumnya bekerja jika mau. Ya, aku akhirnya menempuh jalan itu. Alhamdulillah.
Ketika bekerja dulu memang saya ingin kuliah. Jadi setelah dirasa memang sudah waktunya, ketika itu saya putuskan untuk resign dan mencari tempat kuliah.
3 PT yang akhirnya saya usahakan untuk bisa berkuliah di sana. 1 diantaranya adalah SV UGM dan 1 lagi adalah tempat kuliah saya saat ini. Waktu itu adalah masa-masa tahap akhir penerimaan mahasiswa di mayoritas PT yang ada.
Seorang rekan kerja saya dulu memberikan nasihat (barangkali), perihal sebenarnya kuliah itu tidaklah mahal, karena tetap bisa diusahakan biayanya sementara kita berkuliah. Itu salah satu penyemangat juga saya rasa.
Setelah diterima dan bisa berkuliah tentu rasa senang dan ingin benar-benar memanfaatkan dan memaksimalkannya. Ya, memaksimalkan yang bisa dimaksimalkan. Memaksimalkan belajarnya, memaksimalkan kegiatannya, memaksimalkan kesempatan-kesempatan yang ada.
Dalam perjalanannya, 'tak semudah itu'.
Namun tak ada kata terlambat bukan? Seperti halnya saya yang memang dari awal termasuk yang 'terlambat' masuk jenjang perkuliahan karena memang saya kerja 2 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan belajar.
Dalam post saya terdahulu yang saya sebenarnya sudah lupa, ternyata saya sudah menuliskan tentang kuliah dan sedikit idealisme saya tentang betapa kuliah itu sangat berguna dan bisa meningkatkan keinginan saya untuk bisa belajar dengan baik.
Dari tulisan itu ada koreksi/hal yang bisa diperbaiki, yaitu seperti yang salah satu orang yang mendajadi inspirasi saya sampaikan, bahwa kuliah bukanlah satu-satunya jalan untuk bisa belajar dan meraih apa yang kita inginkan. Masih ada jalan lain, insya Allah. Dan kuliah bisa baik hasilnya kalau semangat dan hal-hal positif yang ada di awal perkuliahan bisa dipertahankan hingga akhir. Belajarlah dan ketahuilah cara belajar yang baik sebelum berkuliah.
Saya rasa sudah cukup panjang ya tulisannya, nanti takutnya malah semakin nggak jelas arahnya. Sekian, terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya.
:)
Ibu Guru saya ketika SMK memberikan pencerahan bahwa kita bisa kuliah setelah sebelumnya bekerja jika mau. Ya, aku akhirnya menempuh jalan itu. Alhamdulillah.
Ketika bekerja dulu memang saya ingin kuliah. Jadi setelah dirasa memang sudah waktunya, ketika itu saya putuskan untuk resign dan mencari tempat kuliah.
3 PT yang akhirnya saya usahakan untuk bisa berkuliah di sana. 1 diantaranya adalah SV UGM dan 1 lagi adalah tempat kuliah saya saat ini. Waktu itu adalah masa-masa tahap akhir penerimaan mahasiswa di mayoritas PT yang ada.
Seorang rekan kerja saya dulu memberikan nasihat (barangkali), perihal sebenarnya kuliah itu tidaklah mahal, karena tetap bisa diusahakan biayanya sementara kita berkuliah. Itu salah satu penyemangat juga saya rasa.
Setelah diterima dan bisa berkuliah tentu rasa senang dan ingin benar-benar memanfaatkan dan memaksimalkannya. Ya, memaksimalkan yang bisa dimaksimalkan. Memaksimalkan belajarnya, memaksimalkan kegiatannya, memaksimalkan kesempatan-kesempatan yang ada.
Dalam perjalanannya, 'tak semudah itu'.
Namun tak ada kata terlambat bukan? Seperti halnya saya yang memang dari awal termasuk yang 'terlambat' masuk jenjang perkuliahan karena memang saya kerja 2 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan belajar.
Dalam post saya terdahulu yang saya sebenarnya sudah lupa, ternyata saya sudah menuliskan tentang kuliah dan sedikit idealisme saya tentang betapa kuliah itu sangat berguna dan bisa meningkatkan keinginan saya untuk bisa belajar dengan baik.
Dari tulisan itu ada koreksi/hal yang bisa diperbaiki, yaitu seperti yang salah satu orang yang mendajadi inspirasi saya sampaikan, bahwa kuliah bukanlah satu-satunya jalan untuk bisa belajar dan meraih apa yang kita inginkan. Masih ada jalan lain, insya Allah. Dan kuliah bisa baik hasilnya kalau semangat dan hal-hal positif yang ada di awal perkuliahan bisa dipertahankan hingga akhir. Belajarlah dan ketahuilah cara belajar yang baik sebelum berkuliah.
Saya rasa sudah cukup panjang ya tulisannya, nanti takutnya malah semakin nggak jelas arahnya. Sekian, terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya.
:)
Berkarya?
Saya ingin bisa berkarya seperti halnya mereka yang sudah banyak memberikan kontribusi untuk kebaikan orang lain.
Melakukan hal yang bisa dimanfaatkan orang lain untuk bisa menghasilkan kebaikan-kebaikan lainnya.
Ya, seperti mereka-mereka yang secara ikhlas membagikan apapun yang mereka punya untuk siapa saja yang membutuhkannya.
Bagaimana dengan anda? Adakah keinginan yang sama?
Mari kita usahakan ya. Sampai jumpa..
Melakukan hal yang bisa dimanfaatkan orang lain untuk bisa menghasilkan kebaikan-kebaikan lainnya.
Ya, seperti mereka-mereka yang secara ikhlas membagikan apapun yang mereka punya untuk siapa saja yang membutuhkannya.
Bagaimana dengan anda? Adakah keinginan yang sama?
Mari kita usahakan ya. Sampai jumpa..
Kamis, 10 Januari 2019
Hal-hal yang menginspirasi
Suatu waktu saya merasa begitu semangat untuk belajar. Ya, belajar. Belajar di sini adalah, melakukan hal positif untuk meningkatkan keilmuan di bidang yang saya sedang pelajari di sekolah saat ini (insyaAllah masih tercatat sebagai mahasiswa aktif walaupun kenyataannya pasif).
Kalau boleh saya bercerita, sebenarnya saya bukan tipe orang yang gemar belajar otodidak. Maka hal yang luar biasa ketika saya bisa punya keinginan ini (belajar secara mandiri). Menurut anda, apa yang bisa membuat saya bisa seperti demikian?
Bagi saya ini perlu saya tuliskan. Saya niatkan sebagai pengingat diri saya pribadi. Mudah-mudahan bisa bermanfaat juga buat teman-teman, sahabat, anda juga yang sudah membaca tulisan ini.
Saya punya keinginan untuk bisa menjadi seorang programmer. Serius. Bisa bikin sistem operasi (keren sekali kan? hehe), bikin aplikasi android, bikin aplikasi apa aja dengan mengetikkan kode-kode yang nggak jelas itu. Terlihat keren sekali.
Iya, ada kepengenan buat bisa bikin program. Tapi sebenernya bukan itu yang membuat saya memutuskan untuk berkuliah di jurusan TI (Teknik Informasika) di Kampus STMIK Akakom Yogyakarta tercinta ini, cie.
Jadi, dulu saya kepengen kuliah biar jadi lebih baik dan bisa ketemu sama orang-orang yang keren (mahasiswa lain, dosen, pokoknya orang-orang pinter) yang aku bisa belajar dari mereka. (yah, mungkin aku agak lupa juga, tapi seperti itu kurang lebihnya)
Dulu waktu SMK, saya pernah ditanya sama teman saya. Kalau kuliah mau di mana? saya menjawab dengan 'nglanjutin yang sekarang (dulu saya SMK Jurusan TKJ), bisa jadi di Akakom atau Amikom'. Kurang lebih seperti itu saya menjawabnya. Eh ini kok sampai sini ya? Yah nggak apa-apa ya, buat selingan, maaf kalau nggak penting.
Sepertinya temanku itu pun melanjutkan kuliah di Jurusan yang memang dia pengen semenjak SMK juga, seperti halnya saya saat ini.
Jadi ya itu tadi, saya sebenarnya seorang yang bukan tipe pembelajar mandiri. Dalam artian, tak betah belajar sendiri.
Akhirnya saya ketahui bahwa sebenernya belajar secara otodidak itu sangat efektif sekali. Kenapa bisa saya berkesimpulan demikian? Saya sempat menanyakan dan mendengar sendiri atau bahkan membaca, bahwa mereka yang menguasai atau setidaknya mampu (kompeten) di bidang IT adalah mereka yang lebih banyak belajar sendiri (otodidak) selain dari penjelasan oleh orang lain (kegiatan belajar-mengajar di kampus misalnya).
Yup, ada juga yang mengatakan dalam sebuah video youtube (seingat saya), kalau ingin bisa programming, memang harus belajar sendiri.
Nah, bisa jadi itulah salah satu pendorong saya untuk mau belajar (lagi), untuk mau belajar sendiri.
Belajar secara mandiri kenapa bisa sangat efektif, tentu saja karena memang hal itu bisa jadi merupakan syarat untuk bisa dikatakan sebagai seorang pembelajar sejati, di era saat ini. Di mana informasi, resource untuk belajar bisa kita dapatkan secara mudah sekali tanpa harus mengeluarkan banyak usaha. Cukup di rumah, punya koneksi internet dan waktu yang dialokasikan buat belajar.
Dengan belajar sendiri, kita juga bisa lebih bisa banyak mengeksplorasi lebih jauh hal-hal yang sebelumnya sudah kita dapat sedikit (clue-clue nya) ketika di kelas.
Selain itu, yang bisa membuat saya bisa semangat untuk belajar kembali adalah.. bisa jadi ketertinggalan saya. Bisa jadi karena semangat orang-orang yang tulus berbagi yang ditularkan melalui media internet yang kita sering bersentuhan dengannya. Kan, hati bisa sampai ke hati. Atau semangat yang tulus bisa menjadikan orang yang melihat atau menyaksikan juga ikut merasa semangat.
Yap, jadi, semangat dari orang-orang baik itu tadi, juga ingin bisa jadi lebih baik dan lebih bisa tentu saja.
Apalagi ya,
Alhamdulillah bisa menuliskan ini, itu dulu. Jangan lupa, jaga semangat dan keinginan belajarnya.
Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya. (ciye kayak ada yang baca aja)
:)
Kalau boleh saya bercerita, sebenarnya saya bukan tipe orang yang gemar belajar otodidak. Maka hal yang luar biasa ketika saya bisa punya keinginan ini (belajar secara mandiri). Menurut anda, apa yang bisa membuat saya bisa seperti demikian?
Bagi saya ini perlu saya tuliskan. Saya niatkan sebagai pengingat diri saya pribadi. Mudah-mudahan bisa bermanfaat juga buat teman-teman, sahabat, anda juga yang sudah membaca tulisan ini.
Saya punya keinginan untuk bisa menjadi seorang programmer. Serius. Bisa bikin sistem operasi (keren sekali kan? hehe), bikin aplikasi android, bikin aplikasi apa aja dengan mengetikkan kode-kode yang nggak jelas itu. Terlihat keren sekali.
Iya, ada kepengenan buat bisa bikin program. Tapi sebenernya bukan itu yang membuat saya memutuskan untuk berkuliah di jurusan TI (Teknik Informasika) di Kampus STMIK Akakom Yogyakarta tercinta ini, cie.
Jadi, dulu saya kepengen kuliah biar jadi lebih baik dan bisa ketemu sama orang-orang yang keren (mahasiswa lain, dosen, pokoknya orang-orang pinter) yang aku bisa belajar dari mereka. (yah, mungkin aku agak lupa juga, tapi seperti itu kurang lebihnya)
Dulu waktu SMK, saya pernah ditanya sama teman saya. Kalau kuliah mau di mana? saya menjawab dengan 'nglanjutin yang sekarang (dulu saya SMK Jurusan TKJ), bisa jadi di Akakom atau Amikom'. Kurang lebih seperti itu saya menjawabnya. Eh ini kok sampai sini ya? Yah nggak apa-apa ya, buat selingan, maaf kalau nggak penting.
Sepertinya temanku itu pun melanjutkan kuliah di Jurusan yang memang dia pengen semenjak SMK juga, seperti halnya saya saat ini.
Jadi ya itu tadi, saya sebenarnya seorang yang bukan tipe pembelajar mandiri. Dalam artian, tak betah belajar sendiri.
Akhirnya saya ketahui bahwa sebenernya belajar secara otodidak itu sangat efektif sekali. Kenapa bisa saya berkesimpulan demikian? Saya sempat menanyakan dan mendengar sendiri atau bahkan membaca, bahwa mereka yang menguasai atau setidaknya mampu (kompeten) di bidang IT adalah mereka yang lebih banyak belajar sendiri (otodidak) selain dari penjelasan oleh orang lain (kegiatan belajar-mengajar di kampus misalnya).
Yup, ada juga yang mengatakan dalam sebuah video youtube (seingat saya), kalau ingin bisa programming, memang harus belajar sendiri.
Nah, bisa jadi itulah salah satu pendorong saya untuk mau belajar (lagi), untuk mau belajar sendiri.
Belajar secara mandiri kenapa bisa sangat efektif, tentu saja karena memang hal itu bisa jadi merupakan syarat untuk bisa dikatakan sebagai seorang pembelajar sejati, di era saat ini. Di mana informasi, resource untuk belajar bisa kita dapatkan secara mudah sekali tanpa harus mengeluarkan banyak usaha. Cukup di rumah, punya koneksi internet dan waktu yang dialokasikan buat belajar.
Dengan belajar sendiri, kita juga bisa lebih bisa banyak mengeksplorasi lebih jauh hal-hal yang sebelumnya sudah kita dapat sedikit (clue-clue nya) ketika di kelas.
Selain itu, yang bisa membuat saya bisa semangat untuk belajar kembali adalah.. bisa jadi ketertinggalan saya. Bisa jadi karena semangat orang-orang yang tulus berbagi yang ditularkan melalui media internet yang kita sering bersentuhan dengannya. Kan, hati bisa sampai ke hati. Atau semangat yang tulus bisa menjadikan orang yang melihat atau menyaksikan juga ikut merasa semangat.
Yap, jadi, semangat dari orang-orang baik itu tadi, juga ingin bisa jadi lebih baik dan lebih bisa tentu saja.
Apalagi ya,
Alhamdulillah bisa menuliskan ini, itu dulu. Jangan lupa, jaga semangat dan keinginan belajarnya.
Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya. (ciye kayak ada yang baca aja)
:)
Selasa, 01 Januari 2019
Acara Qiscus Techtalk di JDV
Alhamdulillah, pada Rabu 26 Desember lalu saya berkesempatan mengikuti acara di JDV. Tema yang diangkat adalah Backend. Ada 3 (tiga) narasumber, dari AccelByte, Qiscus dan Bukalapak.
Awal acara diisi oleh mas yang dari AccelByte, beliau memberikan materi tentang Redis sebagai database. Kemudian dilanjutkan oleh mas dari Bukalapak yang memberikan materi tentang bagaimana beliau belajar dunia Backend melalui yang dinamakan Unit Test. Terakhir diisi oleh mas yang dari Qiscus yang memberikan materi Elixir yang merupakan bahasa pemrograman fungsional dengan berbagai kelebihannya.
Pengalaman yang keren bagi saya tentu saja, bisa mendapatkan hal baru dan memberikan semangat untuk selalu belajar.
Terimakasih..
Awal acara diisi oleh mas yang dari AccelByte, beliau memberikan materi tentang Redis sebagai database. Kemudian dilanjutkan oleh mas dari Bukalapak yang memberikan materi tentang bagaimana beliau belajar dunia Backend melalui yang dinamakan Unit Test. Terakhir diisi oleh mas yang dari Qiscus yang memberikan materi Elixir yang merupakan bahasa pemrograman fungsional dengan berbagai kelebihannya.
Pengalaman yang keren bagi saya tentu saja, bisa mendapatkan hal baru dan memberikan semangat untuk selalu belajar.
Terimakasih..
Sabtu, 15 Desember 2018
Workshop Kepenulisan yang keren
Ketika itu ada acara Workshop Kepenulisan yang pembicara dan yang mengadakan adalah mereka dari Gradienmediatama.
Pembicaranya ada mas Genta Kiswara, Syahid Muhammad, dan 2 orang lainnya yang saya sudah agak lupa namanya. Juga ada musisi mas (?).
Yang paling menarik dari acara tersebut adalah saat dimana kita semua mengikuti cara-cara yang diberikan oleh mas Syahid Muhammad untuk bisa menuliskan apa saja yang ada di sekitar kita atau apa yang kita rasakan, yang kita pernah alami, atau dari berbagai sumber lainnya.
Kita diminta untuk saling berpartner dengan orang yang belum dikenali ketika mengikuti sesi workshop. Dengan partner yang belum benar-benar dikenali tersebut kita saling bercerita dan saling memberikan masukan yang membangun atas apa yang sudah kita ceritakan. Umumnya adalah keinginan atau kendala. Dengan tidak saling kenal ini, menurutku kita bisa saling bercerita dengan lebih terbuka, karena tidak ada (kecilnya) perasaan-perasaan lain yang bisa saja menjangkiti ketika dengan seorang yang sudah dikenali.
Dalam bercerita jadi lebih bisa mengalir dan lebih banyak kejujuran bisa disampaikan. Hal tersebut selain menjadikan kita semua bisa membuat suatu karya berupa tulisan juga berimbas baik terhadap jiwa (saya rasa) yang memang membutuhkan saling memberikan dukungan dan tempat untuk bercerita. Bercerita dengan cara yang sehat.
Hmm.. demikian dulu tulisan saya, jika ada masukan mohon kiranya bisa disampaikan. Semoga bermanfaat ya.
Pembicaranya ada mas Genta Kiswara, Syahid Muhammad, dan 2 orang lainnya yang saya sudah agak lupa namanya. Juga ada musisi mas (?).
Yang paling menarik dari acara tersebut adalah saat dimana kita semua mengikuti cara-cara yang diberikan oleh mas Syahid Muhammad untuk bisa menuliskan apa saja yang ada di sekitar kita atau apa yang kita rasakan, yang kita pernah alami, atau dari berbagai sumber lainnya.
Kita diminta untuk saling berpartner dengan orang yang belum dikenali ketika mengikuti sesi workshop. Dengan partner yang belum benar-benar dikenali tersebut kita saling bercerita dan saling memberikan masukan yang membangun atas apa yang sudah kita ceritakan. Umumnya adalah keinginan atau kendala. Dengan tidak saling kenal ini, menurutku kita bisa saling bercerita dengan lebih terbuka, karena tidak ada (kecilnya) perasaan-perasaan lain yang bisa saja menjangkiti ketika dengan seorang yang sudah dikenali.
Dalam bercerita jadi lebih bisa mengalir dan lebih banyak kejujuran bisa disampaikan. Hal tersebut selain menjadikan kita semua bisa membuat suatu karya berupa tulisan juga berimbas baik terhadap jiwa (saya rasa) yang memang membutuhkan saling memberikan dukungan dan tempat untuk bercerita. Bercerita dengan cara yang sehat.
Hmm.. demikian dulu tulisan saya, jika ada masukan mohon kiranya bisa disampaikan. Semoga bermanfaat ya.
Jumat, 23 November 2018
Tentang Lemah
Suatu ketika saya mendengar orang lain ketika diminta untuk mencalonkan diri untuk menjadi seorang ketua di organisasi kami, dia bilang "jangan, saya masih lemah".
Suatu ketika pula, ketika saya mencalonkan diri menjadi ketua, saya pun tak jauh beda pikirannya dengan apa yang dikatakan oleh dia yang bilang tadi. Bahkan ketika pada akhirnya saya terpilih untuk menjadi ketua pun, saya merasa begitu lemah.
Lemah masih bisa memiliki banyak definisi tentu saja, namun ketika saya akhirnya diputuskan untuk menjadi ketua, ketika itu saya benar-benar berpikir semacam.. "apakah saya akan bisa?".
Setiap diri kita memang lemah saya rasa, hingga kita bahkan tak akan mampu hidup sendirian yang benar-benar seorang diri.
Bersyukur masih diberi kesadaran akan kelemahan diri. Ada DIA, Yang Maha Kuat dan Menguatkan, ketika kita membutuhkan-Nya.
Ada pula rekan-rekan yang bisa saling menguatkan, memberikan semangat dengan kata-kata mereka. Memberikan sedikit perhatiannya kepada kita.
:)
Suatu ketika pula, ketika saya mencalonkan diri menjadi ketua, saya pun tak jauh beda pikirannya dengan apa yang dikatakan oleh dia yang bilang tadi. Bahkan ketika pada akhirnya saya terpilih untuk menjadi ketua pun, saya merasa begitu lemah.
Lemah masih bisa memiliki banyak definisi tentu saja, namun ketika saya akhirnya diputuskan untuk menjadi ketua, ketika itu saya benar-benar berpikir semacam.. "apakah saya akan bisa?".
Setiap diri kita memang lemah saya rasa, hingga kita bahkan tak akan mampu hidup sendirian yang benar-benar seorang diri.
Bersyukur masih diberi kesadaran akan kelemahan diri. Ada DIA, Yang Maha Kuat dan Menguatkan, ketika kita membutuhkan-Nya.
Ada pula rekan-rekan yang bisa saling menguatkan, memberikan semangat dengan kata-kata mereka. Memberikan sedikit perhatiannya kepada kita.
:)
Kamis, 22 November 2018
Bekerja di ISP Jogja - Citranet
Terimakasih sudang sudi mampir di halaman blog saya ini.
Disini akan coba saya tuliskan pengalaman yang pernah saya lalui selama bekerja di sebuah perusahaan jasa penyedia akses internet berbasis wifi (dan berkembang kemudian plus berbasis kabel serat optik) Citranet.
Citranet (https://www.citra.net.id), beralamat di Jalan Petung 31 Papringan Caturtunggal Sleman ini mempunyai beberapi divisi atau bagian di dalamnya. Saya sendiri ada di bagian teknisi lapangan, yang bertugas melakukan beberapa jobdesk yang berhubungan dengan hal-hal teknis yang perlu adanya kunjungan langsung ke lokasi yang perlu dilakukan tindakan.
Beberapa jobdesk tim lapangan adalah melakukan perbaikan di klien, pemancar, melakukan survey, melakukan pemasangan di klien ataupun di pemancar, melakukan perawatan, melakukan monitoring, melepas perangkat, membuat laporan. Kurang lebih itu adalah makanan sehari-hari kami sebagai tim lapangan.
Setelah saya perkenalkan hal-hal di atas, sebenarnya ada hal yang lebih ingin saya tuliskan di sini yaitu tentang bagaimana saya bisa berkembang di sana dan apa saja kesan, pesan saya setelah kurang lebih 2 (dua) tahun bekerja di perusahaan tersebut.
Saya adalah seorang yang sudah semestinya bersyukur sudah diberikan kesempatan untuk bisa bekerja di Citranet, dengan begitu beraneka macam hal baik maupun kurang mengenakan yang bisa saya rasakan di sana. Selama saya bekerja di sana saya bertemu dengan mas-mas (anak muda sebaya saya) yang bisa memberikan energi positif kami untuk senantiasa bisa bekerja dengan baik setiap harinya. Tentu juga dengan para senior-senior (supervisor) yang memberikan arahan-arahannya sehingga kita bisa menjalankan pekerjaan dengan lebih baik dan terarah.
Ketika pertama saya masuk adalah ketika saya belum lama lulus dari sekolah menengah kejuruan. Saya masih bener-bener 'nggak ngerti apa-apa' ketika itu, sampai akhirnya saya dibimbing oleh teman-teman sesama tim lapangan yang dengan baiknya menularkan apa yang semestinya kita pahami dan kita perhatikan ketika kita bekerja di lapangan.
Mereka (para pendahulu saya di sini) menunjukkan ke-asyik-an selama kita bekerja sebagai tim lapangan, dan banyak hal yang bisa memberikan kepercayaan agar kita merasa sudah mampu untuk selanjutnya menjadi teknisi lapangan yang tidak lagi perlu dilakukan pendampingan.
Dengan saya bekerja di Citranet saya pun jadi lebih berkeinginan untuk bisa mewujudkan keinginan saya untuk bisa berkuliah, seperti saat sekarang ini. Hal itu bisa terjadi juga karena masukan-masukan dari kawan-kawan sesama teknisi lapangan tentunya.
Dengan bekerja di sana pula saya bisa bertemu dengan berbagai macam orang dengan karakternya masing-masing, karena kami terbisa berhadapan dengan klien di lapangan.
Dengan pernah bekerja di sana saya juga bisa mengerti seperti apa rasanya mendapatkan gaji pertama saya. Merasakan mendapatkan gaji kedua saya, gaji ketiga saya, dan seterusnya yang begitu menggembirakan rasanya.
Saya juga merasakan bagaimana mendampingi kawan kita yang baru masuk menyusul kita di tim lapangan, bagaimana memberikan arahan kepada mereka, meski tentu mereka tak hanya bisa belajar dari saya.
Ada beberapa hal juga yang pasti tak akan mudah kita lupakan sebagai sesama tim lapangan, kelucuan selama bekerja di lapangan maupun hal-hal keren yang membuat kita terkadang kagum ketika mengingatnya.
Pada suatu waktu saya bersama mas ***** sedang bertugas bersama ke tempat salah satu klien, yang mana sang klien menyinggung pekerjaan kami yang memang agak berat dan cukup beresiko ini (manjat tower, dan lain-lainnya), kemudian mas ***** memberikan statementnya bahwa ini bukan sekedar pekerjaan, tapi profesi. Seketika itu saya merasa keren sekali apa yang sudah di katakan mas Yoffi, meski tak saya ucapkan secara langsung. Ketika perjalanan pulang tak tahan saya untuk tak menyinggung hal tersebut kepada mas *****, untuk kemudian saya menyatakan saya sangat sepakat dan merasa tersanjung sekali dengannya.
Tentu saja banyak peristiwa lain yang menarik dan baik lainnnya selama saya bekerja di sana. Bahkan menurut mas yang saya ceritakan di paragraf di atas tadi, dia kadang bermimpi (ketika tidur) masih bekerja di Citranet, meskipun sudah lama memutuskan untuk resign.
Cukup sekian dulu yang bisa saya tuliskan, barangkali di lain waktu tulisan ini akan saya perbaharui.
Terimakasih lagi dari saya, semoga tulisan ini bisa di ambil manfaatnya. Jika ada pertanyaan, bisa disampaikan melalui komentar atau e-mail saya.
:)
Disini akan coba saya tuliskan pengalaman yang pernah saya lalui selama bekerja di sebuah perusahaan jasa penyedia akses internet berbasis wifi (dan berkembang kemudian plus berbasis kabel serat optik) Citranet.
Citranet (https://www.citra.net.id), beralamat di Jalan Petung 31 Papringan Caturtunggal Sleman ini mempunyai beberapi divisi atau bagian di dalamnya. Saya sendiri ada di bagian teknisi lapangan, yang bertugas melakukan beberapa jobdesk yang berhubungan dengan hal-hal teknis yang perlu adanya kunjungan langsung ke lokasi yang perlu dilakukan tindakan.
Beberapa jobdesk tim lapangan adalah melakukan perbaikan di klien, pemancar, melakukan survey, melakukan pemasangan di klien ataupun di pemancar, melakukan perawatan, melakukan monitoring, melepas perangkat, membuat laporan. Kurang lebih itu adalah makanan sehari-hari kami sebagai tim lapangan.
Setelah saya perkenalkan hal-hal di atas, sebenarnya ada hal yang lebih ingin saya tuliskan di sini yaitu tentang bagaimana saya bisa berkembang di sana dan apa saja kesan, pesan saya setelah kurang lebih 2 (dua) tahun bekerja di perusahaan tersebut.
Saya adalah seorang yang sudah semestinya bersyukur sudah diberikan kesempatan untuk bisa bekerja di Citranet, dengan begitu beraneka macam hal baik maupun kurang mengenakan yang bisa saya rasakan di sana. Selama saya bekerja di sana saya bertemu dengan mas-mas (anak muda sebaya saya) yang bisa memberikan energi positif kami untuk senantiasa bisa bekerja dengan baik setiap harinya. Tentu juga dengan para senior-senior (supervisor) yang memberikan arahan-arahannya sehingga kita bisa menjalankan pekerjaan dengan lebih baik dan terarah.
Ketika pertama saya masuk adalah ketika saya belum lama lulus dari sekolah menengah kejuruan. Saya masih bener-bener 'nggak ngerti apa-apa' ketika itu, sampai akhirnya saya dibimbing oleh teman-teman sesama tim lapangan yang dengan baiknya menularkan apa yang semestinya kita pahami dan kita perhatikan ketika kita bekerja di lapangan.
Mereka (para pendahulu saya di sini) menunjukkan ke-asyik-an selama kita bekerja sebagai tim lapangan, dan banyak hal yang bisa memberikan kepercayaan agar kita merasa sudah mampu untuk selanjutnya menjadi teknisi lapangan yang tidak lagi perlu dilakukan pendampingan.
Dengan saya bekerja di Citranet saya pun jadi lebih berkeinginan untuk bisa mewujudkan keinginan saya untuk bisa berkuliah, seperti saat sekarang ini. Hal itu bisa terjadi juga karena masukan-masukan dari kawan-kawan sesama teknisi lapangan tentunya.
Dengan bekerja di sana pula saya bisa bertemu dengan berbagai macam orang dengan karakternya masing-masing, karena kami terbisa berhadapan dengan klien di lapangan.
Dengan pernah bekerja di sana saya juga bisa mengerti seperti apa rasanya mendapatkan gaji pertama saya. Merasakan mendapatkan gaji kedua saya, gaji ketiga saya, dan seterusnya yang begitu menggembirakan rasanya.
Saya juga merasakan bagaimana mendampingi kawan kita yang baru masuk menyusul kita di tim lapangan, bagaimana memberikan arahan kepada mereka, meski tentu mereka tak hanya bisa belajar dari saya.
Ada beberapa hal juga yang pasti tak akan mudah kita lupakan sebagai sesama tim lapangan, kelucuan selama bekerja di lapangan maupun hal-hal keren yang membuat kita terkadang kagum ketika mengingatnya.
Pada suatu waktu saya bersama mas ***** sedang bertugas bersama ke tempat salah satu klien, yang mana sang klien menyinggung pekerjaan kami yang memang agak berat dan cukup beresiko ini (manjat tower, dan lain-lainnya), kemudian mas ***** memberikan statementnya bahwa ini bukan sekedar pekerjaan, tapi profesi. Seketika itu saya merasa keren sekali apa yang sudah di katakan mas Yoffi, meski tak saya ucapkan secara langsung. Ketika perjalanan pulang tak tahan saya untuk tak menyinggung hal tersebut kepada mas *****, untuk kemudian saya menyatakan saya sangat sepakat dan merasa tersanjung sekali dengannya.
Tentu saja banyak peristiwa lain yang menarik dan baik lainnnya selama saya bekerja di sana. Bahkan menurut mas yang saya ceritakan di paragraf di atas tadi, dia kadang bermimpi (ketika tidur) masih bekerja di Citranet, meskipun sudah lama memutuskan untuk resign.
Cukup sekian dulu yang bisa saya tuliskan, barangkali di lain waktu tulisan ini akan saya perbaharui.
Terimakasih lagi dari saya, semoga tulisan ini bisa di ambil manfaatnya. Jika ada pertanyaan, bisa disampaikan melalui komentar atau e-mail saya.
:)
Sabtu, 03 November 2018
Beberapa Pelajaran
Dari film yang saya tonton, dari mengikuti kegiatan (seminar, workshop, pertemuan), saya bisa mendapatkan pembelajaran yang keren-keren.
Akhir-akhir ini saya mendengarkan podcast-podcast dan membaca tulisan dari tehataukopi.club juga dari yang lainnya. Dari tulisan-tulisan dan podcast itu, banyak hal, banyak pembelajaran yang bisa saya dapatkan.
Dari menyaksikan film saya bisa tahu banyak hal yang sebelumnya belum saya ketahui. Salah satu daya tarik sebuah film selain menambah wawasan tentu adalah pesan moral apa yang bisa diambil dari film itu.
Ketika mengikuti suatu seminar, saya bisa banyak belajar dari narasumber, seperti tentang bagaimana adab mereka ketika berbicara atau bagaimana mereka menunjukkan contoh-contoh baik dalam berperilaku.
Saat mengikuti suatu kegiatan misalnya rapat persiapan event, saya bisa belajar dari orang-orang yang ada di dalam ruangan rapat. Bagaimana mereka bisa dengan baik menyampaikan gagasan mereka dan bagaimana yang lainnya memberikan tanggapan terhadap ide yang sudah disampaikan. Masing-masing saling melengkapi dan mencoba memberikan masukan untuk lebih baiknya ide yang sudah disampaikan dan bagaimana menyikapi masukan yang ada.
Contoh ketika saya mengikuti acara dari inipagi hari ini (Sabtu, 3 November 2018), saya mendapatkan banyak pembelajaran. Seperti ketika Kang Kikur (Founder inipagi) menghampiri kami peserta yang hadir dan bersalaman kemudian menanyakan nama saya. Ketika saya jawab nama depan saja, Kang Kikur menjawab dengan melengkapinya. Bukan hanya nama saya, saya rasa Kang Kikur menghafal semua nama peserta yang ikut. Hal tersebut sangat keren menurut saya.
Kemudian saya juga mendapatkan nasehat-nasehat dari acara iniberbagi hari ini, baik secara langsung maupun tak langsung dari materi yang diberikan oleh Kang Kikur. Kebetulan materinya adalah perjalanan karir seorang Kang Kikur sampai akhirnya mendirikan studio desain inipagi.
Sekian dulu tulisan saya, terimakasih sudah berkenan membaca dan semoga bermanfaat.
Akhir-akhir ini saya mendengarkan podcast-podcast dan membaca tulisan dari tehataukopi.club juga dari yang lainnya. Dari tulisan-tulisan dan podcast itu, banyak hal, banyak pembelajaran yang bisa saya dapatkan.
Dari menyaksikan film saya bisa tahu banyak hal yang sebelumnya belum saya ketahui. Salah satu daya tarik sebuah film selain menambah wawasan tentu adalah pesan moral apa yang bisa diambil dari film itu.
Ketika mengikuti suatu seminar, saya bisa banyak belajar dari narasumber, seperti tentang bagaimana adab mereka ketika berbicara atau bagaimana mereka menunjukkan contoh-contoh baik dalam berperilaku.
Saat mengikuti suatu kegiatan misalnya rapat persiapan event, saya bisa belajar dari orang-orang yang ada di dalam ruangan rapat. Bagaimana mereka bisa dengan baik menyampaikan gagasan mereka dan bagaimana yang lainnya memberikan tanggapan terhadap ide yang sudah disampaikan. Masing-masing saling melengkapi dan mencoba memberikan masukan untuk lebih baiknya ide yang sudah disampaikan dan bagaimana menyikapi masukan yang ada.
Contoh ketika saya mengikuti acara dari inipagi hari ini (Sabtu, 3 November 2018), saya mendapatkan banyak pembelajaran. Seperti ketika Kang Kikur (Founder inipagi) menghampiri kami peserta yang hadir dan bersalaman kemudian menanyakan nama saya. Ketika saya jawab nama depan saja, Kang Kikur menjawab dengan melengkapinya. Bukan hanya nama saya, saya rasa Kang Kikur menghafal semua nama peserta yang ikut. Hal tersebut sangat keren menurut saya.
Kemudian saya juga mendapatkan nasehat-nasehat dari acara iniberbagi hari ini, baik secara langsung maupun tak langsung dari materi yang diberikan oleh Kang Kikur. Kebetulan materinya adalah perjalanan karir seorang Kang Kikur sampai akhirnya mendirikan studio desain inipagi.
Sekian dulu tulisan saya, terimakasih sudah berkenan membaca dan semoga bermanfaat.
Senin, 01 Oktober 2018
Pengalaman di Temanggung (...bersambung?)
Bertemu dengan seorang petinggi dalam suatu bagian tertentu pada instansi Pemerintahan Kabupaten Temanggung memberikan saya gambaran akan seperti apa seorang pemimpin itu seharusnya. Setidaknya ini baru menurut penilaian/pandangan pribadiku. Beliau bisa membuat kami semua mendengarkan semua yang beliau sampaikan, tak bisa diri berpura-pura untuk mencoba tidak terlalu peduli dengan apa yang disampaikan. Beliau bisa menunjukkan posisinya dengan baik sehingga kami yang menjadi tamu disana pun tahu dengan orang seperti apa kami berhadapan, se-serius apa tanggungjawab/amanah yang kami emban.
Bapak ini menurut saya adalah pemimpin yang mampu menggerakkan, memiliki cukup bekal wawasan pada bidang dimana beliau diberikan amanah menjadikan beliau semakin mantap untuk menjadi roda penggerak pada bidang tersebut.
Saya yakin kepribadian yang baik itu dibentuk sejak lama, jadi beliau memang terbiasa berada dilingkungan yang baik yang mendukung kepribadiannya menjadi seperti saat ini.
-----------
Temanggung adalah Kota yang ketika malam hari (pukul 20:30) sudah tidak lagi banyak aktifitas. Ruko-ruko, toko-toko di pinggir jalan raya kota pun sudah mulai mengakhiri jam kerjanya. Bahkan menurut salah seorang warga sana, jam 18:30 malam pun sudah sepi.
Sudut-sudut di Temanggung menarik untuk dilihat berlama-lama, banyak pemandangan yang menyejukkan mata. Gunung Sumbing terlihat begitu dekat dengan kota ini. Udara pagi terasa cukup dingin disana, walau sudah tak sesejuk dulu ketika siang harinya menurut seorang warga yang juga memberikan keterangannya pada paragraf sebelumnya.
Jajanan di kota menurutku cukup bisa menguras isi kantong, entah kalau agak ke pelosok desanya. Dari mulai makanan sampai sandang bisa dijumpai di sekitar alun-alun, sempat mencoba (ditraktir) bakso disana, enak dan mengenyangkan karena kita bisa memesan dengan tambahan lontong, nyaammm.
Warga di Temanggung pun cukup ramah-ramah, meski tak semuanya. Dengan ringan hati mereka akan menghormati tamu dan memberikan bantuan.
-----------
Bapak ini menurut saya adalah pemimpin yang mampu menggerakkan, memiliki cukup bekal wawasan pada bidang dimana beliau diberikan amanah menjadikan beliau semakin mantap untuk menjadi roda penggerak pada bidang tersebut.
Saya yakin kepribadian yang baik itu dibentuk sejak lama, jadi beliau memang terbiasa berada dilingkungan yang baik yang mendukung kepribadiannya menjadi seperti saat ini.
-----------
Temanggung adalah Kota yang ketika malam hari (pukul 20:30) sudah tidak lagi banyak aktifitas. Ruko-ruko, toko-toko di pinggir jalan raya kota pun sudah mulai mengakhiri jam kerjanya. Bahkan menurut salah seorang warga sana, jam 18:30 malam pun sudah sepi.
Sudut-sudut di Temanggung menarik untuk dilihat berlama-lama, banyak pemandangan yang menyejukkan mata. Gunung Sumbing terlihat begitu dekat dengan kota ini. Udara pagi terasa cukup dingin disana, walau sudah tak sesejuk dulu ketika siang harinya menurut seorang warga yang juga memberikan keterangannya pada paragraf sebelumnya.
Jajanan di kota menurutku cukup bisa menguras isi kantong, entah kalau agak ke pelosok desanya. Dari mulai makanan sampai sandang bisa dijumpai di sekitar alun-alun, sempat mencoba (ditraktir) bakso disana, enak dan mengenyangkan karena kita bisa memesan dengan tambahan lontong, nyaammm.
Warga di Temanggung pun cukup ramah-ramah, meski tak semuanya. Dengan ringan hati mereka akan menghormati tamu dan memberikan bantuan.
-----------
Minggu, 09 September 2018
Dokumentasi Mengikuti Workshop Penulisan
![]() |
| Foto ketika dimulainya acara workshop |
Workshop ini diisi oleh Bapak Mustofa W. Hasyim, Yusuf Kholis dan Titis Anggalih. Pak Mustofa memberikan materi yang sangat menarik, yaitu tentang sumber-sumber membuat jenis tulisan, diantaranya jurnalisme, artikel, cerpen dan iklan.
Kami diberikan tugas-tugas untuk mencoba membuat jenis-jenis tulisan itu bersumber dari hal-hal yang ada di sekitar kita. Setelah dituliskan, beberapa dari kita diminta untuk membacakan hasilnya ke depan. Saya sendiri memutuskan untuk membacakan hasil tulisan saya yang isinya tentang opini. Opini sendiri adalah sumber dari jenis tulisan artikel.
Teman-teman himpunan pun cukup aktif ketika mengikuti workshop ini. Mas Fiqy membacakan hasil tulisannya ketika kita selesai mengerjakan tugas pertama dari Pak Mustofa, sedangkan Hena bahkan sudah dimintai testimoni terkait kenapa ia tertarik mengikuti kegiatan ini oleh mas Moderator. Tak mau kalah, Delima pun juga membacakan hasil tulisannya, tentang kenangan/mengingatkan pada apa, siapa dan bagaimana ia terhadap objek yang menjadi bahan tulisannya. Dia yang notabene kita kenali sebagai penyuka tulis-menulis dan yang mengisi cerpen bersambung di Newsletter himpunan tentu kita berpendapat, "wah pasti bagus nih tulisan yang dibuatnya!".
Cukup lama penyampaian yang diberikan oleh Pak Mustofa, beliau termasuk senang bercerita menurutku. Setelah kita diberikan tugas-tugas menulis sampai pada menulis artikel utuh untuk permasalahan yang kita pilih, Pak Mustofa memberikan kesempatan juga untuk kita mengajukan pertanyaan kepada beliau. Oh ya, sebelumnya sebenarnya kita diminta untuk menanyakan kepada peserta yang sudah mau membacakan artikel yang telah mereka tulis, tapi tak ada satupun diantara peserta yang memberikan pertanyaan kepada mereka. Diantara peserta itu juga ada mas Hendi, dia yang mengajak kami berlima untuk bisa ikut ke acara ini dengan gratis, terimakasih banyak mas Hendi.
Dari pembacaan artikel yang ditulis oleh lima peserta termasuk mas Hendi itu, saya sendiri jadi tahu pandangan dari orang lain terhadap suatu permasalahan. Menarik sekali ketika bisa tahu apa gagasan orang lain terhadap suatu permasalahan di lingkungan mereka, karena bisa jadi permasalahan itu juga ada di lingkungan kita sendiri. Karena peserta workshop ini juga memiliki latar belakang yang beragam, semakin menarik apa yang bisa kita dengar. Ada yang seorang karyawan, guru PAUD, mahasiswa, dll.
Sampai pada sesi selanjutnya, yaitu mas Yusuf dan mbak Titis. Walaupun tidak banyak waktu yang bisa kita gunakan pada sesi ini, tapi tidak membuat kita sebagai peserta tidak mendapat pelajaran keren dari mereka berdua. Di sesi ini pun kami dimoderatori oleh mas yang berbeda. Yang pertama kali memberikan penyampaian pada sesi ini adalah mas Yusuf, dia menjelaskan tentang latar belakang acara workshop yang kita hadiri, kemudian disambung oleh mbak Titis terkait dengan buletin yang menjadi produk dari komunitas Omah Aksara. Omah Aksara adalah komunitas yang mengadakan acara workshop ini. Berasal dari jamaah Maiyah, komunitas literasi yang cukup aktif.
Pada sesi terakhir ini peserta melakukan tanya-jawab kepada mbak Titis dan mas Yusuf. Saya dan teman-teman tidak menyampaikan pertanyaan, jadi hanya mendengarkan pertanyaan dari peserta lain dan jawaban-jawaban dari mbak Titis dan mas Yusuf. Pertanyaan dan jawaban yang disampaikan sangat bisa memberikan wawasan baru buatku. Terkait dengan literasi, terkait dengan pandangan-pandangan, pemikiran-pemikiran yang keren, dan dunia tulis-menulis tentunya.
Keseluruhan acaranya sangat menarik, di akhir bahkan kita tahu kalau ternyata mas Moderator ketika sesi terakhir adalah alumni kampus kita, STMIK Akakom Yogyakarta.
Sekian, terimakasih.
Senin, 02 Juli 2018
Mendengarkan Cerita dari Mahasiswa IT India
Dua hari yang lalu, sabtu 30 Juni 2018 saya berkesempatan mengikuti sebuah kegiatan di kampus. Dari mulai jam 13.30 kira-kira saya tiba di ruangan, acaranya sudah dimulai dan pembicara utamanya sudah memulai dengan memperkenalkan dirinya.
Acaranya diisi oleh seorang mahasiswa dari India, jurusan IT, semester akhir, yang punya minat di bidang web development dan APIs. Nama panggilannya Amit. Dia sudah magang diberbagai tempat, dan saat ini berkesempatan magang/internship di Indonesia.
Dia mengikuti program dari AIESEC.
Dari penjelasannya yang menggunakan bahasa inggris itu, tidak banyak yang bisa saya tangkap, tentu karena keterbatasan saya sendiri. Malah yang lebih banyak memberikan informasi bagi saya adalah dari Slide presentasi yang dia bawakan. Beberapa diantaranya adalah (menurut saya), dia ini belajarnya fokus dari hal-hal dasar dan yang berkaitan dengan apa yang benar-benar dia minati. Misalkan dia senang bidang web development, dia fokus mempelajari teknologi-teknologi yang berkaitan dengan bidang tersebut.
Dari penjabaran di slide yang dia bawakan, beliau cukup menguasai Bootstrap, PHP, maupun CMS seperti Wordpress dan Magento.
Beberapa karya yang dia tunjukkan juga merupan web-web yang dia buat dengan teknologi-teknologi tersebut.
Dari kenyataan tersebut, saya sendiri yang kurang fokus dalam belajar ini bisa lebih yakin bahwa hal-hal yang sederhana namun fokus kita pelajari akan lebih bisa menjadi hasil yang lebih baik nantinya. Tentu diiringi dengan ketekunan dalam belajar.
Masih banyak hal-hal yang bisa kita contoh dari mas Amit ini tentunya. Kita sebagai mahasiswa IT Indonesia, jangan mau kalah.
Sekian tulisan ini, terimakasih.
Panji S.
Kamis, 07 Juni 2018
Mengikuti Event di JDV (Developer Circle Yogyakarta Meetup 10 | Special Ramadhan Event)
Hai, selamat datang di Blog saya buat anda yang belum pernah berkunjung.
Kemarin Rabu, 6 Juni 2018 saya berkesempatan bisa hadir di event yang menghadirkan 2 pembicara yang berlokasi di Jogja Digital Valley.
Hal yang menarik yang aku dapet adalah, materi yang dibawakan oleh mas Jasoet mengenai Scrum yang diterapkan di tempatnya bekerja (Go-Pay (Go-Jek Group)).
Beliau menyampaikan bagaimana Scrum diterapkan di Go-Pay, dengan penyesuaian-penyesuaian. Jadi tidak secara keseluruhan Scrum diterapkan.
Pesan dari Mas Jasoet, yang baik untuk diterapkan dari Scrum ambil saja, terapkan saja. Namun tidak mesti harus semua diambil.
Contohnya adalah, adanya pertemuan harian dengan cara berdiri yang menurut beliau baik untuk diterapkan.
Beliau juga menjelaskan bahwa di Go-Pay, diterapkan Pair Programming. Jadi 1 job (coding) dikerjakan tidak hanya 1 orang saja. Dengan Pair Programming, menurut beliau akan ada banyak keuntungannya.
Dari materi yang beliau sampaikan, saya sendiri jadi sedikit lebih mengerti tentang seperti apa lingkungan kerja Software Development. Ditambah dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendukung materi yang telah disampaikan.
Demikian tulisan berbagi ini, semoga bermanfaat..
Selasa, 02 Januari 2018
Dokumentasi menjalankan UniK (Go Unikernel)
Salam,
Saya membuat dokumentasi ini bermaksud untuk kembali menulis dan semoga bisa menjadi catatan yang berguna. Dokumentasi ini mengikuti panduan dari :
https://github.com/solo-io/unik/blob/master/docs/getting_started.md
Disini saya menggunakan Laptop dengan Sistem Operasi Linux Fedora Workstation 26.
RAM 4 GB, dan Prosesor AMD A6.
Dilaptop saya telah terinstall virtualbox, docker, Go (Golang) dan git.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
-Pembuatan GOPATH
-
Berikut adalah dokumentasinya :
1. Pastikan Go terinstall (juga tools atau aplikasi yang dibutuhkan).
2. Jalankan daemon docker
$ service docker start
3. clone git dari unik di repositori : https://github.com/emc-advanced-dev/unik.git
Clone dengan cara :
$ git clone https://github.com/emc-advanced-dev/unik.git
akan terebentuk direktori baru dengan nama 'unik'.
Pindah ke direktori tersebut. Setelah masuk ke direktori tersebut, ketikkan perintah : $ make binary.
Selanjutnya, pindahkan hasilnya (dari perintah sebelumnya) ke PATH environment variable : /usr/local/bin.
Dengan perintah : $ mv _build/unik /usr/local/bin.
Maka kita sudah dapat menjalankan perintah 'unik' dari direktori mana saja.
4. Mengkonfigurasi jenis adapter Host-Only Network di Virtualbox.
Jalankan Virtualboxnya, masuk ke Preferences, pilih Network, pilih Host-only Networks.
Klik tombol edit.
Pastikan nama adapternya adalah vboxnet0 dan adapter tersebut mengaktifkan DHCP Servernya.
5. Mengkonfigutasi UniK daemon.
Membuat direktori '.unik' di $HOME direktori jika direktori .unik tersebut belum ada.
Perintahnya bisa dengan : $ mkdir $HOME/.unik
Kemudian membuat file baru di dalam direktori tersebut dengan nama 'daemon-config.yaml'.
Pembuatan file baru tersebut bisa langsung dilakukan dengan mengetikkan nama file setelah perintah untuk menjalankan text editor kesayangan anda.
$ nano daemon-config.yaml
Jalankan perintah tersebut ketika telah berada di direktori .unik yang sebelumnya dibuat.
Memasukkan script berikut :
6. Menjalankan UniK dan membuat Virtualbox Instance Listener secara otomatis.
Ada beberapa hal yang perlu saya lakukan saat mencoba menjalankan apa yang ada pada panduan dikarenakan sempat terjadi error.
Diantaranya adalah membuka halaman-halaman referensi yang sudah saya cantumkan dibagian paling bawah post ini.
Error-error yang terjadi diantaranya :
ERRO[0000] build failed: [cmd/build.go:105] building image failed:
ERRO[0054] running daemon failed: [cmd/daemon.go:86] daemon failed to initialize:
Error-error tersebut adalah yang masih tersimpan di history browser yang saya gunakan untuk mencari beberapa waktu yang lalu.
Dari mencari penyelesaiain dari error-error yang terjadi tersebut, saya akhirnya bisa menyelesaikan panduan yang ada hingga bisa menjalankan instance di Virtualbox dan dapat dipanggil pada browser.
Halaman-halaman berikut yang sempat saya gunakan untuk mengoreksi apa yang kurang dari apa yang sedang saya lakukan (jika terjadi error) :
https://github.com/solo-io/unik/issues/102
https://github.com/solo-io/unik/issues/98
Dan URL berikut yang menurut saya cukup membantu masalah saya :
https://github.com/solo-io/unik/issues/112
7. Membuat HTTP Server (HTTP daemon) dengan Golang.
Pertama, buat file httpd.go. Saya membuat file tersebut di dalam direktori $HOME/.unik.
Isi file tadi dengan script berikut :
Jika berhasil maka akan muncul tampilan sebagai berikut :
Langkah selanjutnya adalah membuat file Godeps. File ini digunakan untuk menjabarkan struktur project kita dan dependensi yang dibutuhkan. Karena di project ini kita tidak membutuhkan dependensi, maka di dalam file Godeps hanya berisi sedikit script saja. Juga tidak perlu kita menginstall godep.
Jika nantinya kita mempunyai project yang membutuhkan dependensi, maka file Godeps akan berisi lebih banyak scrpit (seharunya) dan kita membutuhkan tools godep. Tools tersebut akan diinstall di GOROOT dan juga kita harus menjalankan perintah : GO15VENDOREXPERIMENT=1 godep save ./... di project kita.
Di folder yang sama dengan folder httpd.go, buat direktori dengan nama Godeps, kemudian didalamnya kita membuat file dengan nama Godeps.json.
Berikut struktur file yang ada di Laptop saya :
Isi dari file Godeps.json adalah :
Dengan script tersebut, kita menginstruksikan ke go compiler bahwa project kita akan diinstall dari $GOPATH/src/myhttpd.
8. Mengkompilasi sebuah image dan menjalankannya di Virtualbox.
Menjalankan perintah :
Log dari proses pembuatan Image bisa dilihat dari jendela Terminal yang digunakan untuk menjalankan daemon UniK.
File Image akan tersimpan di direktori : $HOME/.unik/virtualbox/images/myImage/boot.vmdk
Kemudian, kita bisa menjalankan instance Image tersebut dengan perintah :
Berikut adalah output di Laptop saya :
IP Address yang telah kita ketahui bisa kita gunakan untuk mengecek melalui browser, sebagai berikut : 192.168.56.102:8080.
Berikut hasil di browser :
Demikian, semoga bermanfaat. Terimakasih..
Referensi dan sumber daya (resources):
https://github.com/solo-io/unik/blob/master/docs/getting_started.md
https://github.com/solo-io/unik/blob/master/docs/instance_listener.md
https://github.com/solo-io/unik/tree/master/instance-listener
https://github.com/solo-io/unik/blob/master/docs/compilers/rump.md#golang
https://libraries.io/go/github.com%2Fkaleo211%2Funik%2Finstance-listener%2Fbindata
Saya membuat dokumentasi ini bermaksud untuk kembali menulis dan semoga bisa menjadi catatan yang berguna. Dokumentasi ini mengikuti panduan dari :
https://github.com/solo-io/unik/blob/master/docs/getting_started.md
Disini saya menggunakan Laptop dengan Sistem Operasi Linux Fedora Workstation 26.
RAM 4 GB, dan Prosesor AMD A6.
Dilaptop saya telah terinstall virtualbox, docker, Go (Golang) dan git.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
-Pembuatan GOPATH
-
Setiap terjadi error saat mencoba, jangan menyerah begitu saja. Coba dulu untuk mencari error yang sama di Internet (via Google).
Berikut adalah dokumentasinya :
1. Pastikan Go terinstall (juga tools atau aplikasi yang dibutuhkan).
2. Jalankan daemon docker
$ service docker start
3. clone git dari unik di repositori : https://github.com/emc-advanced-dev/unik.git
Clone dengan cara :
$ git clone https://github.com/emc-advanced-dev/unik.git
akan terebentuk direktori baru dengan nama 'unik'.
Pindah ke direktori tersebut. Setelah masuk ke direktori tersebut, ketikkan perintah : $ make binary.
Selanjutnya, pindahkan hasilnya (dari perintah sebelumnya) ke PATH environment variable : /usr/local/bin.
Dengan perintah : $ mv _build/unik /usr/local/bin.
Maka kita sudah dapat menjalankan perintah 'unik' dari direktori mana saja.
4. Mengkonfigurasi jenis adapter Host-Only Network di Virtualbox.
Jalankan Virtualboxnya, masuk ke Preferences, pilih Network, pilih Host-only Networks.
Klik tombol edit.
Pastikan nama adapternya adalah vboxnet0 dan adapter tersebut mengaktifkan DHCP Servernya.
5. Mengkonfigutasi UniK daemon.
Membuat direktori '.unik' di $HOME direktori jika direktori .unik tersebut belum ada.
Perintahnya bisa dengan : $ mkdir $HOME/.unik
Kemudian membuat file baru di dalam direktori tersebut dengan nama 'daemon-config.yaml'.
Pembuatan file baru tersebut bisa langsung dilakukan dengan mengetikkan nama file setelah perintah untuk menjalankan text editor kesayangan anda.
$ nano daemon-config.yaml
Jalankan perintah tersebut ketika telah berada di direktori .unik yang sebelumnya dibuat.
Memasukkan script berikut :
providers: virtualbox: - name: my-vbox adapter_type: host_only adapter_name: "vboxnet0"
6. Menjalankan UniK dan membuat Virtualbox Instance Listener secara otomatis.
Ada beberapa hal yang perlu saya lakukan saat mencoba menjalankan apa yang ada pada panduan dikarenakan sempat terjadi error.
Diantaranya adalah membuka halaman-halaman referensi yang sudah saya cantumkan dibagian paling bawah post ini.
Error-error yang terjadi diantaranya :
ERRO[0000] build failed: [cmd/build.go:105] building image failed:
ERRO[0054] running daemon failed: [cmd/daemon.go:86] daemon failed to initialize:
Error-error tersebut adalah yang masih tersimpan di history browser yang saya gunakan untuk mencari beberapa waktu yang lalu.
Dari mencari penyelesaiain dari error-error yang terjadi tersebut, saya akhirnya bisa menyelesaikan panduan yang ada hingga bisa menjalankan instance di Virtualbox dan dapat dipanggil pada browser.
Halaman-halaman berikut yang sempat saya gunakan untuk mengoreksi apa yang kurang dari apa yang sedang saya lakukan (jika terjadi error) :
https://github.com/solo-io/unik/issues/102
https://github.com/solo-io/unik/issues/98
Dan URL berikut yang menurut saya cukup membantu masalah saya :
https://github.com/solo-io/unik/issues/112
Saya menjalankan perintah :
$
losetup -f
Output
yang diberikan : /dev/loop0
Kemudian
saya menjalankan perintah :
$
mknod -m 0660 /dev/loop1 b 7 3
Berdasarkan URL tersebut.
Langkah pertama di bagian ke-6 ini adalah membuka Terminal baru, yang akan digunakan untuk menjalankan daemon UniK.
Kemudian, berpindah ke direktori _build yang dibuat saat menjalankan make dilangkah ke-3. Selanjutnya jalankan perintah berikut :
$ unik daemon --debug (bisa tanpa parameter --debug).
Maka jika perintah berhasil dijalankan, akan terbentuk instance dan akan mendapatkan ip dari DHCP Server dari Virtualbox.
Berikut Output yang ditampilkan dari perintah diatas :
UniK telah berjalan dan telah siap untuk menerima perintah.
Terakhir, kita membuka jendela Terminal baru dan jalankan perintah :
$ unik target --host localhost
Perintah tersebut digunakan untuk mengatur agar target CLI ke localhost kita.
Terakhir, kita membuka jendela Terminal baru dan jalankan perintah :
$ unik target --host localhost
Perintah tersebut digunakan untuk mengatur agar target CLI ke localhost kita.
7. Membuat HTTP Server (HTTP daemon) dengan Golang.
Pertama, buat file httpd.go. Saya membuat file tersebut di dalam direktori $HOME/.unik.
Isi file tadi dengan script berikut :
package main import ( "fmt" "net/http" ) func main() { http.HandleFunc("/", handler) http.ListenAndServe(":8080", nil) } func handler(w http.ResponseWriter, r *http.Request) { fmt.Fprintf(w, "my first unikernel!") }Kemudian jalankan perintah : $ go run httpd.go dan coba masuk ke alamat : http://localhost:8080 dari browser untuk memastikan bahwa server tersebut sudah berjalan.
Jika berhasil maka akan muncul tampilan sebagai berikut :
Langkah selanjutnya adalah membuat file Godeps. File ini digunakan untuk menjabarkan struktur project kita dan dependensi yang dibutuhkan. Karena di project ini kita tidak membutuhkan dependensi, maka di dalam file Godeps hanya berisi sedikit script saja. Juga tidak perlu kita menginstall godep.
Jika nantinya kita mempunyai project yang membutuhkan dependensi, maka file Godeps akan berisi lebih banyak scrpit (seharunya) dan kita membutuhkan tools godep. Tools tersebut akan diinstall di GOROOT dan juga kita harus menjalankan perintah : GO15VENDOREXPERIMENT=1 godep save ./... di project kita.
Di folder yang sama dengan folder httpd.go, buat direktori dengan nama Godeps, kemudian didalamnya kita membuat file dengan nama Godeps.json.
Berikut struktur file yang ada di Laptop saya :
Isi dari file Godeps.json adalah :
{
"ImportPath": "my_httpd",
"GoVersion": "go1.6",
"GodepVersion": "v63",
"Packages": [
"./.."
],
"Deps": [
{
"ImportPath": "github.com/solo-io/unik/docs/examples",
"Rev": "f8cc0dd435de36377eac060c93481cc9f3ae9688"
}
]
}
Dengan script tersebut, kita menginstruksikan ke go compiler bahwa project kita akan diinstall dari $GOPATH/src/myhttpd.
8. Mengkompilasi sebuah image dan menjalankannya di Virtualbox.
Menjalankan perintah :
unik build --name myImage --path ./ --base rump --language go --provider virtualbox
Perintah tersebut dijalankan dari direktori dimana dile httpd.go berada yaitu di direktori '.unik'.
Berikut output dari perintah tersebut :
Log dari proses pembuatan Image bisa dilihat dari jendela Terminal yang digunakan untuk menjalankan daemon UniK.
File Image akan tersimpan di direktori : $HOME/.unik/virtualbox/images/myImage/boot.vmdk
Kemudian, kita bisa menjalankan instance Image tersebut dengan perintah :
unik run --instanceName myInstance --imageName myImage
Setelah instance berhasil dijalankan, kita bisa mengecek IP Addressnya dan kita bisa melihat apakah aplikasi kita berjalan pada instance tersebut. Untuk melihat IP Address yang ada, kita bisa menjalankan perintah : unik instances.Berikut adalah output di Laptop saya :
IP Address yang telah kita ketahui bisa kita gunakan untuk mengecek melalui browser, sebagai berikut : 192.168.56.102:8080.
Berikut hasil di browser :
Demikian, semoga bermanfaat. Terimakasih..
Referensi dan sumber daya (resources):
https://github.com/solo-io/unik/blob/master/docs/instance_listener.md
https://github.com/solo-io/unik/tree/master/instance-listener
https://github.com/solo-io/unik/blob/master/docs/compilers/rump.md#golang
https://libraries.io/go/github.com%2Fkaleo211%2Funik%2Finstance-listener%2Fbindata
Rabu, 07 Juni 2017
Puisi
Puisi
Dengannya kubisa ungkapkan isi hati
Yang tak biasa kuutarakan lewat lisan ini
Dengannya orang bisa membaca perasaan ini
Kuharap kau mengerti
Kuanggap ini puisi
Meski tak terlalu berisi
Setidaknya sudah berusaha
Menuliskan apa yang bisa kutulis
Dan bisa dibaca siapa saja
Puisi..
^_^
//telah diedit dari tulisan tangan yang asli
Dengannya kubisa ungkapkan isi hati
Yang tak biasa kuutarakan lewat lisan ini
Dengannya orang bisa membaca perasaan ini
Kuharap kau mengerti
Kuanggap ini puisi
Meski tak terlalu berisi
Setidaknya sudah berusaha
Menuliskan apa yang bisa kutulis
Dan bisa dibaca siapa saja
Puisi..
^_^
//telah diedit dari tulisan tangan yang asli
Kamis, 05 Januari 2017
"Tentang Kamu" nya Tere Liye
Inginku menuliskan pengalaman membaca buku ini. Tapi sebelumnya, alasanku menceritakan adalah karena ada kenangan dalam buku ini.
Buku ini tidak kubeli sendiri, tapi patungan dengan teman dekatku saat itu. Iya, saat itu. :D
Saat kutilis cerita ini, aku sudah memberikan buku itu ke dia. Segera setelah aku menyelesaikan membacanya. (Eh, bukunya boleh kamu simpen, lain waktu kalau aku pengen baca lagi aku bakal minta..).
Buku yang keren, cerita tentang seorang perempuan Jawa yang lahir di Sumbawa. Aku sendiri tidak bisa menceritakan secara utuh buku itu karena cara membacaku juga (read-mungkin). Aku tergolong butuh waktu lama menyelesaikannya. Juga terlalu lama menunda-nunda jadi sepotong-sepotong ceritanya.
Banyak pelajarang yang bisa diambil dari buku itu. Tentang bagaimana kasih sayang seorang ayah. Tentang bagaimana perjuangan mencapai kesuksesan, tentang bagaimana menerima setiap ujian dengan hati yang lapang dan selalu berfikir positif. Tentang bagaimana menyikapi harta. Juga tentu tentang cinta.
See you again :)
Buku ini tidak kubeli sendiri, tapi patungan dengan teman dekatku saat itu. Iya, saat itu. :D
Saat kutilis cerita ini, aku sudah memberikan buku itu ke dia. Segera setelah aku menyelesaikan membacanya. (Eh, bukunya boleh kamu simpen, lain waktu kalau aku pengen baca lagi aku bakal minta..).
Buku yang keren, cerita tentang seorang perempuan Jawa yang lahir di Sumbawa. Aku sendiri tidak bisa menceritakan secara utuh buku itu karena cara membacaku juga (read-mungkin). Aku tergolong butuh waktu lama menyelesaikannya. Juga terlalu lama menunda-nunda jadi sepotong-sepotong ceritanya.
Banyak pelajarang yang bisa diambil dari buku itu. Tentang bagaimana kasih sayang seorang ayah. Tentang bagaimana perjuangan mencapai kesuksesan, tentang bagaimana menerima setiap ujian dengan hati yang lapang dan selalu berfikir positif. Tentang bagaimana menyikapi harta. Juga tentu tentang cinta.
See you again :)
Minggu, 27 November 2016
Cerita tentang kuliah
Sore itu, kami bercerita tentang kuliah masing-masing. Tentang bagaimana kita menyikapi tugas kuliah, tentang berapa kuliah praktikum dalam satu minggu, bahkan tentang seberapa nyebelin dosen kita memberikan kuliah dikelas.
Guru dan dosen memang berbeda. Aku tidak mau mencoba mengartikan keduanya, tapi mari kita lihat dari realita yang ada.
Dosen lebih mungkin untuk memberikan tugas tanpa penjelasan daripada Guru. Itulah mengapa kita disebut mahasiswa kata temanku. Yap, ada benarnya juga. Kita memang dituntut untuk bisa lebih belajar secara mandiri. Lebih dituntut bisa menyelesaikan persoalan (dari tugas-tugas yang ada) dengan berusaha sendiri dalam artian berusaha mencari referensi sendiri, berusaha berdiskusi dengan teman atau orang yang lebih tahu sendiri. Begitulah realitanya. Jadi mari tetap semangat dan jangan mau kalah dengan mereka yang mampu bertahan dengan lingkungan kita sekarang ini. Kita pasti bisa.
//penjelasan diatas (cerita) tidak sepenuhnya nyata seperti yang tertulis.
Guru dan dosen memang berbeda. Aku tidak mau mencoba mengartikan keduanya, tapi mari kita lihat dari realita yang ada.
Dosen lebih mungkin untuk memberikan tugas tanpa penjelasan daripada Guru. Itulah mengapa kita disebut mahasiswa kata temanku. Yap, ada benarnya juga. Kita memang dituntut untuk bisa lebih belajar secara mandiri. Lebih dituntut bisa menyelesaikan persoalan (dari tugas-tugas yang ada) dengan berusaha sendiri dalam artian berusaha mencari referensi sendiri, berusaha berdiskusi dengan teman atau orang yang lebih tahu sendiri. Begitulah realitanya. Jadi mari tetap semangat dan jangan mau kalah dengan mereka yang mampu bertahan dengan lingkungan kita sekarang ini. Kita pasti bisa.
//penjelasan diatas (cerita) tidak sepenuhnya nyata seperti yang tertulis.
Sabtu, 01 Oktober 2016
Laporan Praktik Jaringan Nirkabel #4
Laporan Praktik Jaringan Nirkabel Pertemuan ke-4
Membuat Jaringan Point-to-Point
Nama : Panji Sulapandoyo
NIM : 155410146
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tujuan :
·
Praktikan dapat mengintalasi dan mengonfigurasi
jaringan wireless point to point
Pelaksanaan Praktik :
1.
Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, berupa :
a.
MikroTik RB 951
b.
Kabel UTP
c.
PC Windows
2.
Melakukan pemasangan/instalasi perangkat yang
dibutuhkan diatas sesuai dengan kebutuhan. RB951 dikoneksikan ke PC Windows
menggunakan kabel UTP, pada sisi RB 951 pada port ether4.
3.
Melakukan konfigurasi MikroTik RB951.
Langkah
konfigurasi :
3.1
Memasang IP Address pada interface wlan1.
3.2
Membuat Bridge baru dan menentukan port yang
akan di lakukan bridging.
3.3
Membuat security profile untuk keamanan jaringan
wireless.
3.4
Mensetting interface wlan1.
Yang perlu diperhatikan dalam melakukan konfigurasi wireless
point-to-point pada interfae wlan1 ini adalah : Mode, Band, Frekuensi, SSID,
scanlist, security profile. Untuk SSID, Frekuensi dan Security Profile harus sama, sedangkan Mode, Band, Scanlist pada sisi client harus disesuaikan terhadap AP atau pemancarnya. Untuk frekuensi, klien harus dapat mengenali frekuensi si pemancar. Pengenalan atau scanning dilakukan berdasarkan scanlist yang sudah disetting pada sisi client. Jadi scanlist harus mengenal frekuensi pemancar.
4.
Menguji koneksi antar wlan dengan melakukan ping
ke IP Address wlan1 pada perangkat MikroTik RB951 pasangannya. Ping dilakukan
pada New Terminal.
5.
Melakukan pemasangan IP Address pada Ehernet PC
Windows yang secara langsung terhubung ke perangkat MikroTik RB 951.
6.
Menguji koneksi antar PC Windows. Dilakukan ping
dari cmd ke Alamat IP PC windows yang terhubung langsung ke MikroTik RB 951
pasangan.
Catatan Tambahan :
Konfigurasi diatas dilakukan dilakukan menggunakan perankat MikroTik RB 951 asli.
digunakan/dikonfigurasi 2 orang 1 perangkat.
Konfigurasi IP Address yang dilakukan sebagai berikut :
IP Address wlan1 Router A : 192,168.11.1/29
IP Address wlan1 Router B : 192.168.11.2/29
IP Address wlan1 Router C : 192.168.11.3/29
Pengujian yang dilakukan pada New Terminal diatas adalah pengujian terhadap Router C.
Pengujian yang dilakukan pada New Terminal diatas adalah pengujian terhadap Router C.
IP Address Adapter LAN pada PC Windows yang terhubung ke ether4 MikroTik RB 951
(Router A) : 192.168.1.2/24.
IP Address Adapter LAN pada PC Windows yang terhubung ke ether2 MikroTik RB 951
(Router A) : 192.168.1.3/24.
IP Address Adapter LAN pada PC Windows yang terhubung ke ether MikroTik RB 951
pada Router B : 192.168.1.4/24.
Kesimpulan :
Dengan menggunakan metodi bridge
pada MikroTik, dapat dilakukan komunikasi yang terasa seperti terhubung
langsung antar kabel padahal menggunakan jaringan wlan.
Untuk dapat terhubung, Client
harus menggunakan mode Client Bride jika AP menggunakan mode Bridge.
Apabila alamat jaringan yang
terpasang pada PC dengan IP Address perangkat MikroTik berbeda maka MikroTik
tidak dapat di remote menggunkan IP Address. PC Windows masih bisa melakukan
remote menggunkan MAC Address via Winbox namun akan lebih rentan terjadi
masalah.
Langganan:
Postingan (Atom)
















